Keikutsertaan Dosen dan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Dalam kegiatan The 10th World Water Forum (WWF) di Bali

The 10th World Water Forum (WWF) merupakan perhelatan forum air terbesar di dunia. Forum ini diprakarsai oleh World Water Council yang berkerjasama dengan Negara Tuan Rumah. Pada WWF ke-10 tahun 2024, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, yang pelaksanaannya berlangsung di Bali pada tanggal 18-25 Mei 2024. World Water Forum 2024 membicarakan empat pokok bahasan, yakni konservasi air; air bersih dan sanitasi; ketahanan pangan dan energi; serta mitigasi bencana alam. Pembahasan dilakukan  dalam tiga sesi, yaitu tematik, regional dan politik.

The 10th WWF 2024 dihadiri oleh lebih dari 46000 peserta dari 33 negara, termasuk beberapa kepala negara, para menteri, legislator, akademisi, praktisi, industri, serta generasi muda. Pada perhelatan WWF 2024 tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung Kementerian PUPR memfasilitasi 2 (dua) perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu: Universitas Bangka Belitung dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. 1 (satu) orang Dosen dan 2 (dua) orang mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Bangka Belitung (UBB) yang difasilitasi oleh BWS Bangka Belitung menjadi peserta pada kegiatan tersebut adalah Dr. Ir. Roby Hambali, S.T., M.Eng. (dosen), Triandi Gunawan (mahasiswa semester 6), dan Zhalika Shabila Bhilkys (mahasiswa semester 4).

Dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil FST UBB, berpartisipasi aktif dalam diskusi pada setiap sesi-sesi tematik yang diikuti selama kegiatan WWF 2024 berlangsung. Kesan-kesan dari dosen maupun mahasiswa Jurusan Teknik Sipil FST UBB selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan WWF 2024 adalah sebagai berikut:

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian PUPR, melalui Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung telah memfasilitasi kami untuk mengikuti kegiatan WWF 2024 ini” Ungkap Dr. Roby.

Lebih lanjut beliau menyatakan momen World Water Forum ini merupakan momen yang sangat langka untuk diikuti, dan memberikan banyak pelajaran dan pengalaman.

“ini momen langka, belum tentu kita bisa ikut lagi. Alhamdulillah kita bisa ikut menyaksikan dan berpartisipasi dalam banyak momen berharga lahirnya kebijakan dan kesepakatan baru dalam pengelolaan air di Dunia.”

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh dua orang mahasiswa Teknik Sipil UBB yang ikut dalam WWF 2024.  “Kesan Pertama saat di umumkan menjadi bakal calon delegasi dari Universitas Bangka Belitung tentu sangat membuat saya tidak percaya sekaligus senang. Pak Roby memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk membuat video pertanyaan/pernyataan kritis tentang permasalahan air, yang tidak saya sangka hadiah dari tantangan tersebut adalah ikut beliau di Kegiatan 10th WORLD WATER FORUM di Bali” Ungkap Triandi.

Tidak hanya sesi diskusi, kegiatan WWF menyelenggarakan ratusan kegiatan-kegiatan lainnya yang tersebar di lebih dari lima lokasi, antara lain expo, fair, cultural show, field trip, musik, dan lain-lain. Triandi juga mengungkapkan kesenangannya mengikuti Field Trip. “Pertama kami mengunjungi Water Museum Mandala Mathika (Subak) untuk belajar berbagai macam sejarah dan cara berbagai Negara dan Daerah  menyelesikan permasalaha Irigasi mereka. Selanjutnya kami berkunjung ke Daerah persawahan Jatiluwih untuk melihat secara langsung implementasi dari sistem irigasi Khas bali yaitu Subak.”

Terlepas dari semua itu tentu banyak kesan yang saya rasakan baik dari senangnya naik pesawat, nikmatnya makanan baik di resto atau pun di acara, baiknya pelayanan dari  pihak BWS Kep. Bangka Belitung untuk mensupport rekan-rekan Mahasiswa. Pengalaman selama mengikuti Kegiatan The 10th WORLD WATER FORUM 2024 di Bali ini membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, momen ini juga melatih mental saya untuk berani berbicara dan berkenalan dengan warga negara asing dan berbagai daerah yang ada di Indonesia” Lanjut Triandi.

“Saya sangat bersyukur dapat dipercayai untuk mengikuti acara ini. Bukan hanya pengetahuan tentang teknologi dan pengelolaan air, kami juga belajar untuk percaya diri menyampaikan pikiran-pikiran kami. Kami juga belajar bagaimana forum internasional itu melakukan diskusi. Selain itu, kami juga belajar bersosialisasi dengan orang asing yang secara tidak langsung membuat kami percaya diri untuk berbicara dengan Bahasa Inggris”, tambah Zhalika.

“Saya diberi kesempatan langsung untuk bertanya dan berdiskusi tentang tantangan yang ada di daerah masing-masing, dan kebetulan saya membawa isu tentang kontribusi mahasiswa untuk kulong bekas galian tambang timah di Bangka Belitung”, cerita Zhalika.

“Saya ingin mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada pihak BWS BABEL yang sudah membimbing kami, mendampingi dan mensupport apa yang kami lakukan.” Tutup Zhalika.